LAPORAN
KEGIATAN PENGABDIAN
MAHASISWA
KEPADA MASYARAKAT
|
PENGENALAN BUDAYA INDONESIA MELALUI MUSEUM WAYANG DI KOTA
TUA
KELOMPOK JAKARTA
VANIA LYSTIA VASYAH 2101648620
THALIA IVANKA ELIZABETH 2101652750
ANTONI JOHAN 2101651722
THALIETA AUGUSTINA 2101638840
SHERLYNI VITA 2101627105
IVAN SETIAWAN 2101630913
IGNATIUS JNANA SHEM-EL TOHPATI
2101653822
WIKA 2101645915
MARIO 2101676391
DAFTAR ISI
BAB
I.......................................................................................................................................
2
PENDAHULUAN...................................................................................................................
2
1.1
Latar Belakang
Masalah.........................................................................................
2
1.2
Rumusan
Masalah...................................................................................................
3
1.3
Tujuan Kegiatan.....................................................................................................
3
BAB
II.....................................................................................................................................
4
DIMENSI
KEGIATAN..........................................................................................................
4
BAB
III....................................................................................................................................
5
LAPORAN
KEGIATAN........................................................................................................
5
3.1 Persiapan Kegiatan.................................................................................................
5
A.
Deskripsi
Kegiatan.................................................................................................
5
B.
Waktu
Kegiatan......................................................................................................
5
3.3 Anggaran
Biaya......................................................................................................
6
BAB
IV....................................................................................................................................
7
PENUTUP................................................................................................................................
7
4.1
Kesimpulan.............................................................................................................
7
4.2
Saran.......................................................................................................................
7
REFERENSI............................................................................................................................
8
LAMPIRAN............................................................................................................................
9
A. Refleksi Diri dan Laporan
Kegiatan.................................................................. 9
B. Foto – foto
Kegiatan..............................................................................................
13
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Wayang adalah seni budaya bangsa Indonesia yang telah
dikenal sejak abad ke-10 dan telah berkembang hingga dewasa ini. Wayang
memiliki pengertian dalam bahasa Jawa, yang berarti “bayangan”. Jika ditinjau dari arti filsafatnya, “wayang”
dapat diartikan sebagai bayangan atau merupakan pencerminan dari sifat-sifat
yang ada dari dalam jiwa manusia.
Sifat-sifat yang dimaksud antara lain seperti watak angkara murka,
kebajikan, serakah, dan lain sebagainya.
Wayang dimainkan oleh seorang dalang yang
dibantu oleh beberapa orang penabuh gamelan dan satu atau dua orang waranggana
sebagai vokalisnya. Fungsi dalang di sini adalah mengatur jalannya pertunjukan
secara keseluruhan. Dalang memimpin
semua komponen pertunjukan untuk luluh dalam alur ceritera yang disajikan.
Wayang
dalam perkembangannya berabad-abad itu ternyata telah mampu bertahan dengan
berbagai ujian dan tantangan, sehingga wayang menjadi sebuah budaya yang
bermutu sangat tinggi (Darmoko et al., 2010). Budaya wayang meliputi seni
peran, seni suara (musik), seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan
seni perlambang dari zaman ke zaman juga merupakan media penerang, dakwah, pendidikan,
pemahaman filsafat serta hiburan.
Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan
yang dikagumi oleh masyarakat Indonesia dan Internasional. Kesenian wayang
telah diangkat sebagai karya agung budaya dunia oleh UNESCO tanggal 7 Nopember
2003 atau Masterpiece of Oral And Intangible Heritage of Humanity.
Namun seiring berjalannya waktu kesenian
wayang semakin tertinggal dan terlupakan. Semakin banyak hiburan-hiburan modern
yang membuat wayang tidak lagi menjadi salah satu hiburan yang diminati masyarakat.
Kalau dulu masyarakat menggemari wayang dan mau menghabiskan waktu yang panjng
untuk menonton kesenian wayang tapi sekarang masyarakat lebih memilih melihat
hiburan di media social yang ada di smartphone kita.
Sehingga tahun demi tahun wayang semakin
meredup dan sudah sangat sedikit peminatnya. Oleh karena itu generasi muda
harus berupaya membangkitkan minat terhadap budaya seni Indonesia. Salah
satunya melalui wadah wadah yang ada (museum wayang)
A. Rumusan
Masalah
Bagaimana cara melestarikan budaya melalui
wayang Indonesia?
Bagaimana memperkenalkan wayang Indonesia ke
masyarakat umum?
Bagaimana menonjolkan identitas nasional
melalui wayang?
B. Tujuan Kegiatan
Menambah pengetahuan dalam bidang seni wayang
(jenis-jenis wayang, apa yang digunakan, bagaimana cara membuatnya dll) selain
itu juga menganal lebih dalam karya-karya bangsa Indonesia.
BAB II
DIMENSI KEGIATAN
Pelaksanaan
kegiatan berkunjung ke museum wayang dimana menjadi sebuah wadah untuk
menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus membantu membudidayakan budaya
Indonesia yang sekarang ini menjadi kurang terkenal dan kurang diminati oleh
pemuda-pemudi zaman sekarang ini.
Dengan
ini kami kelompok JAKARTA memutuskan untuk mengunjungi museum wayang guna untuk
menambah wawasan mengenai wayang dan membudidayakan wayang secara tidak
langsung yaitu dengan melihat-lihat dan belajar mengenai cerita wayang-wayang
yang ada di Indonesia. Kami berharap dengan adanya ketertarikan generasi muda
untuk mengunjung museum wayang maka kesadaran akan cinta tanah air tidak akan
pernah luntur.
BAB III
LAPORAN KEGIATAN
3.1 Persiapan Kegiatan
A. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan
yang kelompok kami lakukan adalah mengunjungi museum bersejarah yang berlokasi
di kota tua, Jakarta. Jadi dalam kegiatan CB kali ini kami melakukan kegiatan
yaitu mengunjungi Museum, Yang kami lakukan adalah mendatangi museum wayang dan
kami memasuki museum ini lalu kami melihat-lihat sejarah wayang dari jaman
dahulu yang ada di dalam museum ini sehingga kami bisa lebih mengerti tentang
sejarah wayang yang ada di Indonesia. Kami mendatangi museum ini dibagi menjadi
beberapa hari sehingga kami dapat memiliki waktu yang lebih banyak untuk
mengerti tentang museum yang telah kita kunjungi dan ketika hari pertama kami
mendatangi museum wayang kami melihat isi dari museum wayang ini di mana
terdapat banyak sejarah dan kami mengambil beberapa foto di dalam museum ini
sangat banyak sejarah yang awalnya tidak kami ketahui dan pada akhirnya kami
dapat mengetahui sejarah-sejarah yang belum pernah kami tau.Dan kegiatan yang
kami lakukan ini berlanjut hingga hari terakhir di mana kami mendatangi museum
wayang tersebut dan lebih memahami sejarah-sejarah wayang yang ada.
B. Waktu Kegiatan
Jadwal Pelaksanaan:
· Hari :
Selasa
· Tanggal :
18 desember 2018
· Waktu :
Pukul 11.00 WIB s/d selesai
· Tempat : Berlokasi di Kota Tua, Jakarta.
Museum Wayang (Alamat : Jl. PintuBesar Utara
No. 27, Jakarta Barat)
SususanAcara :
· Pukul 11.00 – 11.30
WIB Mempersiapkan kegiatan
· Pukul 11.30 – 13.30WIB Mengunjungi Museum
Wayang
3.2 Anggaran Biaya
RINCIAN BIAYA KUNJUNGAN MUSEUM - CB
KEWARGANEGARAAN 2018
|
|||||
Hari/Tgl
|
Tempat Kegiatan
|
Jumlah Orang
|
Biaya per-orang
|
||
Akomodasi
|
Biaya Masuk
|
Lain-Lain
|
|||
18 / 12 /
18
|
|||||
Museum Wayang
|
9
|
Rp3.000
|
-
|
||
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari kegiatan ini, kami
membuat kesimpulan bahwa terdapat banyak sekali budaya-budaya Indonesia yang
mungkin tidak semuanya kita ketahui namun budaya-budaya tersebut memiliki
keindahan masing-masing. Namun karena perubahan zaman dan era globalisasi banyak
budaya luar yang masuk dan lebih menarik minat masyarakat kita sehingga budaya
kita banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat kita khususnya generasi
sekarang ini.
Maka dari itu kami harapkan
dengan adanya kegiatan mengunjungi museum ini dapat membangkitkan rasa peduli
kita terhadap budaya-budaya di Indonesia tidak hanya wayang saja namun
budaya-budaya yang lainnya. Karena dengan tingginya rasa peduli kita terhadap
budaya-budaya di Indonesia sama saja dengan menunjukan rasa cinta kita terhadap
bangsa Indonesia dan itu merupakan salah satu sikap nasionalisme.
Demikianlah
kegiatan kami mengunjungi museum bersejarah yang sudah kami laksanakan dalam
rangka memenuhi tugas Character Building Kewarganegaraan. Setelah melakukan
kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa dan sikap nasionalisme dimulai
dari kesadaran diri kita sendiri dengan perduli terhadap kelestarian
budaya-budaya kita.
4.2 Saran
Saran dari kelompok kami yaitu agar seluruh masyarakat
Indonesia khususnya generasi muda untuk membangkitkan rasa nasionalisme dengan
cara melestarikan budaya-budaya di Indonesia. Karena kebudayaan memiliki
hubungan erat terhadap nasionalisme, jika kebudayaan luntur maka salah satu
aspek nasionalisme juga akan luntur.
Untuk melestarikan budaya perlu tindakan nyata dari kita
semua masyarakat Indonesia, dimulai dari hal termudah dari individu
masing-masing dengan mencintai kebudayaan yang ada dan tidak membiarkan
budaya-budaya Indonesia semakin tertinggal dibelakang oleh karena budaya-budaya
baru dari luar. Selanjutnya bisa dengan membuat organisasi-organisasi yang bisa
membuat kebudayaan kita mengikuti zaman yang semakin maju agar tetap bisa
diterima oleh semua generasi
LAMPIRAN
A. Refleksi Diri & Laporan kegiatan
VANIA LYSTIA VASYAH - 2101648620
Kami tiba di museum wayang
pada pukul 13.30. Tiba disana kami langsung bergegas mencari dan mengunjungi
museum wayang. Saat tiba di museum wayang kami langsung mendokumentasikannya
didepan pintu masuk. Lalu kami membeli tiket seharga Rp.3000,00/ orang, kami
membeli 9 karena kami sekelompok 9 orang. Saat masuk kami disambut hangat oleh
wayang-wayang yang terpampang nyata di dalam etalase-etalase kokoh yang dimana wayang-wayang
tersebut sangat unik dan jarang kami temui. Kami berjalan terus sampai bertemu
dengan bagian tengah museum yang outdoor. Dimana kami bisa duduk sejenak untuk
beristirahat, dan melihat tulisan-tulisan yang ada di tembok museum tersebut.
Setelah santai sejenak kami melanjutkan perjalanan untuk mengeksplor museum
wayang. Ada satu ruangan yang lumayan seram dan tertutup, disana terdapat
beberapa wayang, salah satunya wayang surakarta, yang disetiap kacanya terdapat
berbagai macam wayang dan memiliki kisah tersendiri.
Setelah kami puas di lantai
bawah kami bergegas ke lantai 2. Sesampai di lantai 2 kami disambut oleh dua
lukisan yang unik dan bagus, tidak jauh dari lukisan tersebut ada beberapa
wayang lagi dibalik kaca-kaca. Ada tempat dimana tidak panas dan banyak wayang
juga disekitar tempat tersebut. Kami berjakan lagi sampai bertemu ruangan
berikut yang dimana banyak wayang modern, salah satunya boneka perancis.
Ruangan berikut ada wayang yang lucu yaitu wayang unyil dan teman-temannya.
Tidak jauh dari pintu keluar ada beberapa topeng yang sangat unik, lucu,
sekaligus menarik perhatian. Disamping sisi sebelah kanan juga ada beberapa
gamelan Jawa yang tidak boleh disentuh dan dimainkan.
Sampai akhirnya tiba di
akhir dari museum wayang tersebut ada beberapa cindera mata dijual yang berbau ciri khas wayang. Tujuan saya ingin
melakukan kegiatan ini adalah guna untuk menambah wawasan dan melatih diri
untuk dapat mencintai tanah air dengan melalui hal-hal kecil yaitu mengunjungi
museum wayang.
Dengan melakukan kegiatan ini, saya banyak
belajar. Salah satunya adalah dimana saya sebagai generasi muda dapat belajar
bagaimana cara melestarikan budaya Indonesia walaupun tidak secara langsung dan
tidak terlalu berkontribusi. Banyak pengetahuan yang saya dapat dan membuat
saya merasa banyak sekali budaya Indonesia yang dimana saya sebagai generasi
muda harus bisa mempertahankan atau melestarikannya sekaligus mempelajarinya
untuk diingat selalu agar suatu saat nanti generasi selanjutnya dapat menikmati
dan mengetahui salah satu budaya Indonesia yang sangat dikenal oleh mata dunia,
yaitu Wayang.
Kegiatan ini membantu saya untuk meningkatkan
rasa nasionalisme sekaligus cinta tanah air walaupun hanya melalui hal kecil,
pengalaman ini tidak akan pernah terlupakan dan kelak saya akan menceritakannya
dan membuat budaya Indonesia ini menjadi dikenal dan diingat selalu pada setiap
generasinya.
Upaya saya untuk meningkatkan rasa
nasionalisme didalam diri saya adalah dengan mencintai tanah air saya sekaligus
melestarikan dan mempelajari budaya Indonesia.
THALIA IVANKA ELIZABETH 2101652750
Sama
seperti lainnya , saya pergi ke Museum Wayang pada hari Selasa 18 Desember
kemarin. Kami tiba pada pukul 13:30 WIB dan langsung membeli tiket masuk
seharga Rp.3.000,00 . Suasana cukup ramai disana , dan Museum Wayang ini memiliki
2 lantai yang berisi tentang segala macam jenis Wayang yang berbeda-beda cerita
dan jenisnya .
Tetapi,
menurut saya di lantai 1 Museum Wayang harus diberi pencahayaan yang lebih
karena sedikit gelap dan pengap karena tidak adanya AC . Tidak seperti di
lantai 2 , lantai 2 pencahayaannya cukup dan tidak panas.
Tujuan
saya melakukan kegiatan ini adalah meningkatkan rasa nasionalisme saya dengan
memperkenalkan budaya-budaya Indonesia
salah satunya Wayang ini kepada khalayak umum.
Mengapa
kelompok kami memilih untuk datang ke museum ? Karena Museum Berisikan Sejarah. Museum
Menjadi Representasi Perjalanan Suatu Bangsa, Suatu Negara. Tak Hanya Sebagai
Representasi Sejarah, Sarana Rekreasi, Media Pendidikan
Di
dalam ruang pamer Museum Wayang Jakarta terdapat koleksi wayang dari berbagai
daerah di tanah air, seperti dari Banyumas, Cirebon, Gedog, Kedu, Kaper, Kijang
Kencana, Klitik, Madia Krucil, Ngabean, Sadat, Sasak, Suluh, Surakarta,
Tejokusuman, Ukur, dan Wahyu. Museum Wayang Jakarta memiliki koleksi 4000
wayang dan boneka dari berbagai tempat. Diantara koleksi wayang luar negeri
adalah dari India, Belanda, Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, dan
Kolombia. Ada pula koleksi topeng, gamelan, dokumen, peta dan foto-foto
tua.
Lorong di Museum Wayang Jakarta yang lebih berkelas dibanding sebelumnya, dengan penempatan koleksi dan pengaturan cahaya yang baik serta pilihan koleksi yang bermutu tinggi. Lantai berlapis bilah kayu, serta lempeng akrilik pada benda pajang memberi kesan mewah. Pendingin ruang yang dipasang di beberapa tempat juga memberi kesejukan dan kenyamanan.
Lorong di Museum Wayang Jakarta yang lebih berkelas dibanding sebelumnya, dengan penempatan koleksi dan pengaturan cahaya yang baik serta pilihan koleksi yang bermutu tinggi. Lantai berlapis bilah kayu, serta lempeng akrilik pada benda pajang memberi kesan mewah. Pendingin ruang yang dipasang di beberapa tempat juga memberi kesejukan dan kenyamanan.
Diantara koleksi yang sempat saya catat adalah Wayang Purwa yang berasal
dari Bali, Wayang Kulit Purwa dari Banjar Kalimantan Selatan, dan berbagai
macam boneka dengan pakaian dan ornamen yang indah berasal dari sejumlah
negara, serta sekumpulan wayang golek lokal seperti wayang golek dari Betawi
dan beberapa daerah lainnya. Yang juga menarik adalah Wayang Revolusi. Wayang
ini menggunakan karakter orang-orang Indonesia yang berperan semasa revolusi
kemerdekaan RI, dan juga orang-orang Belanda dan Jepang yang ikut berperan pada
masa itu
Pengalaman
datang ke Museum Wayang benar-benar sangat unik dan bermanfaat bagi saya yang awalnya sama sekali tidak tertarik
terhadap Wayang dan kebudayaan Indonesia.
ANTONI JOHAN - 2101651722
Pada hari
selasa kami jalan dari Binus University pukul 11.30 dan sampai di Museum Wayang
pukul 13.30. Tiba disana kami langsung mengunjungi museum wayang dan langsung
membeli tiket, karna kami masih mahasiswa maka kami dikenakan tiket seharga Rp
3000/orang. Sedangkan jika sudah bekerja maka dikenakan harga Rp 5000/orang.
Saat kami
masuk, kami langsung disambut dengan beberapa wayang seperti Wayang Golek Jawa
timur, Wayang Golek Lenong Betawi, setelah itu juga ada wayang Serial
Bharatayuda. Setelah itu kami langsung naik ke lantai 2 untuk melihat sejarah2
wayang selanjutnya. Di lantai 2 kami melihat beberapa wayang modern
seperti wayang boneka perancis, wayang
si unyil dan teman2nya. Setelah itu tidak lama dari wayang modern ternyata
kunjungan kami hampir berakhir, di akhir museum terdapat toko yang menjual
souvernir-souvernir wayang dan beberapa barang khas unik lainnya.
Harapan
saya sebelum melakukan kegiatan ini adalah kami semua dapat memahami sejarah
dan peninggalan-peninggalan wayang yang ada di Indonesia. Dengan begitu saya
akan sangat bangga saat mengetahui sejarah dan peninggalan-peninggalan wayang
yang ada.Yang saya rasakan setelah melalui projek ini adalah saya sadar bahwa
begitu banyak seni-seni di Indonesia yang sangat unik dan bisa menjadi ciri
khas tersendiri untuk negara kita. Saya juga bisa mengetahui bahwa negara kita tidak kalah saing dengan negara
lain di bidang seni.
Dengan
kegiatan ini saya merasa saya lebih cinta tanah air karena melihat
wayang-wayang yang ada membuat saya sadar bahwa negara kita memiliki sebuah
seni yang sangat menarik yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Walaupun
hanya sekedar melihat-lihat beberapa wayang tetapi menurut saya ini sangat
berarti untuk meningkatkan rasa nasionalisme saya, saya juga bisa lebih
menghargai seni & budaya yang ada di Indonesia. Upaya saya dalam meningkatkan nasionalisme
adalah saya akan membuat sebuah usaha bisnis yang juga dapat membawa nama baik
bangsa Indonesia.semakin baik dikenal oleh masyarakat didunia dan juga
memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan dunia modern. Dengan
menciptakan sebuah usaha yang mengedepankan nilai-nilai lokal, dengan begitu
kearifan lokal kita dapat tersebar luas di mancanegara dan diagung-agungkan di
negri kita sendiri.
THALIETA AUGUSTINA - 2101638840
Pada tanggal 18 December 2018 kelompok kami melakukan
proyek dengan kunjungan ke museum wayang di Jakarta. Kami tiba di lokasi pukul
13.30 kemudian membeli tiket masuk seharga Rp. 3000. Museum wayang terbagi
menjadi dua lantai, dimana disana berisikan banyak sekali wayang tentunya namun
tidak hanya dari Indonesia saja tetapi juga ada koleksi wayang dan boneka dari
luarr negeri seperti Malaysia, Thailand, Cina, dan sebagainya.
Harapan saya sebelumnya melalui proyek ini
adalah agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi-generasi muda
Indonesia untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya-budaya di Indonesia.
Agar semua budaya di Indonesia tidak punah terhadap generasi-generasi selanjutnya.
Kelompok kami mengambil budaya wayang, dimana pada masanya wayang adalah
budaya/kesenian yang populer namun seiring perkembangan zaman wayang semakin
meredup oleh karena itu kami mengunjungi museum wayang dan mendokumentasikannya
untuk dilihat oleh banyak orang dan mendorong minat terhadap kesenian wayang
itu kembali.
Dan setelah kunjungan ini saya merasakan
sangat kagum dengan budaya-budaya yang dimiliki Indonesia. Dari budaya wayang
saja sudah terluhat bagaimana keindahannya, seharusnya wayang bisa tetap eksis
sampai masa sekarang jika terus dikelola dengan benar. Dan juga saya merasa
tertarik untuk melihat dan mempelajari budaya-budaya lainnya di Indonesia.
Juga dengan adanya proyek kegiatan ini saya mendapatkan banyak hal khususnya rasa
nasionalisme. Melihat budaya-budaya yang ada, khususnya wayang saya baru
menyadari bahwa budaya-budaya di Indonesia sangat indah dan luas. Dimana
dimanca negara budaya kita diakui dan dipuji sedangkan didalam negeri tidak
semua mengetahui dan berminat terhadap budaya-budaya tersebut. Saya sebagai
salah satu generasi muda Indonesia merasa memiliki kewajiban untuk melestarikan
budaya kita agar budaya tersebut tidak punah dan agar generasi-generasi
selanjutnya pun memiliki minat terhadap budaya-budaya tersebut. Jika kita mulai
mencintai bangsa ini dengan turut melestarikan kebudayaan maka sama saja kita
mulai membangun rasa nasionalisme terhadap bangsa ini.
SHERLYNI VITA - 2101627105
Pada hari selasa tanggal 19 desember 2018 kelompok Jakarta dari pelajaran Caracther Building Binus Nusantara pergi ke Museum Wayang untuk melakukan kegiatan (tugas) yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.
Setelah kami ber 8 sampai di Museum Wayang, kamu langsung menuju ke dalam Museum tersebut. Untuk harga tiket masuk rp3.000/orang untuk mahasiswa, dan rp5.000/org selain mahasiswa .
Dari yang pertama kali kami lihat di lantai pertama adalah terdapat beberapa Patung wayang tradisional yang besar di pajang di pintu utama. Setelah jalan terus ada beberapa etalase yang di penuhi oleh berbagai macam wayang.
Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto dilantai pertama, kami semua naik menuju ke lantai 2. Hal yang pertama kali kami lihat di lantai dua adalah terdapat beberapa lukisan yang indah dan cantik yang di pajang di bingkai besar. Lukisan tersebut juga terlihat lebih modern. Kami berfoto- foto dan mengambil beberapa video lukisan dan wayang-wayang yang ada.
Pada hari selasa tanggal 19 desember 2018 kelompok Jakarta dari pelajaran Caracther Building Binus Nusantara pergi ke Museum Wayang untuk melakukan kegiatan (tugas) yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.
Setelah kami ber 8 sampai di Museum Wayang, kamu langsung menuju ke dalam Museum tersebut. Untuk harga tiket masuk rp3.000/orang untuk mahasiswa, dan rp5.000/org selain mahasiswa .
Dari yang pertama kali kami lihat di lantai pertama adalah terdapat beberapa Patung wayang tradisional yang besar di pajang di pintu utama. Setelah jalan terus ada beberapa etalase yang di penuhi oleh berbagai macam wayang.
Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto dilantai pertama, kami semua naik menuju ke lantai 2. Hal yang pertama kali kami lihat di lantai dua adalah terdapat beberapa lukisan yang indah dan cantik yang di pajang di bingkai besar. Lukisan tersebut juga terlihat lebih modern. Kami berfoto- foto dan mengambil beberapa video lukisan dan wayang-wayang yang ada.
Dengan
ada nya projek dari pelajaran Character building ini menyadarkan sayaa sebagai
generasi milenial bahwa memang penting menjaga dan menciptkan rasa nasionalisme
dalam diri kita masing-masing. Dan kelompok kami memilih untuk melihat dan
datang langsung ke salah satu museum di jakarta yaitu museum wayang. Dengan
kami berkunjung ke museum wayang ini kami jadi lebih tau banyak dan sadar akan
keanekaragaman yang terdapat di Indonesia salah satu nya adalah wayang ini.
Kita sama sama melihat betapa indahnya dan luasnya suku dan budaya yang
terdapat di Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus
lebih menghargai lagi dan mencintai serta menjaga keanekaragaman yang di miliki
oleh Indonesia terutama kepada generasi muda atau para penerus bangsa ini
Wika – 2101645915
Pada hari selasa tanggal 19 desember 2018. Kami (Wika, Vania, Thalia,
Sam, Antoni, Thalieta, Sherlyni, Ivan) kelompok Jakarta dari pelajaran
Caracther Building Binus Nusantara pergi ke
Museum Wayang untuk melakukan kegiatan (tugas) yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.
Setelah kami ber 8 sampai di Museum Wayang, kamu langsung menuju ke dalam Museum tersebut. Untuk harga tiket masuk rp3.000/orang untuk mahasiswa, dan rp5.000/org selain mahasiswa .
Dari yang pertama kali kami lihat di lantai pertama adalah 4 Patung wayang tradisional yang besar di pajang di pintu utama. Setelah jalan terus ada beberapa etalase yang di penuhi oleh berbagai macam wayang. (Wayang kulit, wayang golek, wayang seni, dll)
Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto dilantai pertama, kami semua naik menuju ke lantai 2. Hal yang pertama kali kami lihat di lantai dua adalah lukisan cantik yang di pajang di bingkai besar. Lukisan tersebut juga terlihat lebih modern. Kami berfoto- foto dan mengambil beberapa video lukisan dan wayang-wayang yang ada.
Setelah selesai dan banyak sekali berfoto dan mengambil video, kamu memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami ke Museum Wayang.
Dari kesimpulan yang dapat saya katakan, pergi ke Museum Wayang bukan hanya sekedar kunjungan, melainkan kita juga dapat belajar memahami seni tradisional yang ada di Indonesia dan menambah beberapa pengetahuan yang sangat berguna.
Museum Wayang untuk melakukan kegiatan (tugas) yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.
Setelah kami ber 8 sampai di Museum Wayang, kamu langsung menuju ke dalam Museum tersebut. Untuk harga tiket masuk rp3.000/orang untuk mahasiswa, dan rp5.000/org selain mahasiswa .
Dari yang pertama kali kami lihat di lantai pertama adalah 4 Patung wayang tradisional yang besar di pajang di pintu utama. Setelah jalan terus ada beberapa etalase yang di penuhi oleh berbagai macam wayang. (Wayang kulit, wayang golek, wayang seni, dll)
Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto dilantai pertama, kami semua naik menuju ke lantai 2. Hal yang pertama kali kami lihat di lantai dua adalah lukisan cantik yang di pajang di bingkai besar. Lukisan tersebut juga terlihat lebih modern. Kami berfoto- foto dan mengambil beberapa video lukisan dan wayang-wayang yang ada.
Setelah selesai dan banyak sekali berfoto dan mengambil video, kamu memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami ke Museum Wayang.
Dari kesimpulan yang dapat saya katakan, pergi ke Museum Wayang bukan hanya sekedar kunjungan, melainkan kita juga dapat belajar memahami seni tradisional yang ada di Indonesia dan menambah beberapa pengetahuan yang sangat berguna.
IVAN SETIAWAN 2101630913
Pada hari selasa tepatnya pada tanggal 17/12/2018 pada pukul 11.30 kami melakukan perjalanan dari Binus University Alam Sutera menuju ke Museum Wayang sesampainya disana pada pukul 13.30, sesampainya disana kami langsung masuk ke Museum Wayang tersebut, karena kami mahasiswa maka kami dikenakan biaya Rp.3000/ orang sedangkan jika bukan mahasiswa akan dikenakan biaya Rp.5000/ orang.
Setelah
memberikan tiket kami langsung masuk ke dalam Museum Wayang didalamnya kami
langsung dapat melihat begitu banyak koleksi wayang yang berada di dalam lemari
berkaca. Didalamnya terbagi atas berbagai ruangan, diantaranya: Ruang koleksi
masterpiece, ruang koleksi wayang golek, ruang taman prasasti, ruang koleksi
wayang revolusi. Di dalamnya terdapat banyak sekali macam” wayang, terdapat
juga wayang yang cukup populer disana yaitu wayang siunyil, tanpa kita sadari
ternyata kebudayaan wayang sudah dilestarikan, wayang sendiri memang merupakan
sebuah kebudayaan yang sangat populer/banyak di kenal, sehingga membuat rasa
keingintahuan menjadi lebih tinggi dikarenakan kesadaran akan budaya yang begitu
menarik. Saya berharap semua masyarakat indonesia dapat mengenal budaya kita
sendiri yaitu saalah satunya adalah wayang sehingga budaya kita tidak dapat
diambil oleh negara lain, dan terus diturunkan kebudayaan yang kita miliki.
Dengan
mengikuti proyek ini saya mendapat banyak pengetahuan baru, mengenai salah satu
sejarah seni di indonesia yaitu seni wayang, Saya mengetahui bahwa banyak
sekali jenis wayang yang belum kita ketahui, yang paling umum adalah wayang si
unyil yang sering ditampilkan di tv, tetapi masih banyak lagi jenis-jenis
wayang. Saya sebagai generasi muda baru sadar bahwa seberapa pentingnya bagi
kita untuk menjaga dan melestarikan budaya kita sehingga tidak dilupakan.
Dengan ikut menjaga dan melestarikan budaya maka kita juga membangun rasa
nasionalisme dalam diri kita, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan
cara mengajak masyarakat untuk datang ke museum tersebut dan memberikan
pengajaran tentang sejarah yang terkandung di dalamnya.
IGNATIUS JNANA SHEM-EL TOHPATI – 2101653822
Pada hari
selasa tanggal 17 Desember 2018 kami berangkat dari Binus Alam Sutera menuju
Museum Wayang yang berada di kawasan Kota Tua . Kami berangkat sekitar jam
11:30 dan sampai disana sekitar jam 13:30. Ternyata tidak banyak berubah Kota
Tua yang sekarang dengan yang dulu , yang sama hanya 1 hal yaitu panasnya yang
tidak pernah berubah dan menjadi 1 hal yang terpikirkan oleh saya ketika
mendengar kata Kota Tua ,
Setelah menikmati panas yang Kota Tua berikan
kepada kami lalu kamipun memutuskan untuk langsung menuju tempat tujuan kami
yaitu Museum Wayang yang letaknya tidak terlalu jauh dari posisi mobil kita
terparkir . Untuk biaya masuknya dikenakan biaya sebesar 3000 rupiah / orang ,
ini adalah kali pertama saya mengunjungi Museum Wayang , saya pikir di dalam
museum tidak sepanas diluar museum ternyata ekspetasi saya salah ternyata jauh
lebih panas , tetapi lumayan dibuat sejuk dengan banyaknya wayang-wayang yang
disuguhkan museum kepada para pengunjung tercintanya terdapat banyak sekali wayang-wayang
dari daerah indonesia maupun mancanegara yang memang diberi untuk Museum Wayang
agar bisa di pamerkan di museum tersebut dan warga Indonesia dapat melihat
berbagai wayang dari negara-negara lain yang mungkin jarang kita lihat di
social media atau tv sekalipun.
Museum
ini terdiri dari 2 lantai , lantai 1 kebanyakan berisi wayang-wayang yang
berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang contohnya sudah disebutkan oleh
teman-teman saya diatas dan kurangnya di lantai ini menurut saya adalah kurangnya
cahaya , ruang geraknya yang tergolong sempit untuk orang berlalu-lalang
melihat kanan kiri dan udaranya yang panas dan bisa dibilang sumpek. Di lantai
2 nya bisa di bilang membaik daripad di lantai 1 nya karena udaranya lumayan
tidak panas dan terdapat ac di beberapa ruangannya , di lantai ini ditampilkan
wayang-wayang yang berasal dari negara-negara lain
Setelah
berfoto-foto dan lain sebagainya kami memutuskan untuk mengakhiri kunjungan
kami dan bersiap-siap untuk pulang
Dengan
mengikuti kunjungan ini saya mendapatkan beberapa ilmu baru dan mengenal lebih
jauh lagi kesenian asli Indonesia ini.
MARIO - 2101676391
Pada
tanggal 18 december 2018, saya dan kelompok saya berkunjung ke Museum Wayang
sebagai bentuk pelaksanaan project character building kewarganegaraan. Kami
tiba di lokasi sekitar jam 2 siang. Setelah saya mengunjungi museum wayang di
kota tua, saya bisa melihat banyak peninggalan – peninggalan wayang dari tahun
ke tahun. Menurut sumber yang kami dapatkan bahwa pada awalnya bangunan yang
digunakan oleh museum ini bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama
Belanda dan konon ceritanaya gereja tersebut dibangun pertamakali pada tahun
1640.
Kita
merasa sangat panas ketika kita masuk ke wilayah museum tersebut. Sebelom kita
masuk ke pintuk museum, kita harus bayar 3000 rupiah per orang. Saya pikir di
dalam museum akan berasa lebih dingin karena ada ac. Ternyata tetap panas
karena banyak sekali orang yang masuk ke museum, kebanyakan pengunjung yang
datang ke museum tersebut adalah murid sekolah dan juga tourist.
Gedung
Museum terdiri dari 2 lantai, lantai 1 kebanyakan di isi dengan wayang – wayang
yang umur nya sudah tua, dan banyak sejarah nya masing – masing yang sudah di
jelaskan oleh teman – teman saya. Menurut saya atmosphere di lantai 1 lumayan
bagus karena suasana nya juga lumayan gelap dan lampu – lampu itu menyorot ke
arah wayang wayang tersebut. Tetapi kekurangan dari lantai tersebut ac nya mati
dan berasa sangat panas. Di lantai 2 menurut saya jauh lebih mending karena
suasana nya di atas terang dan angin pun ada di atas, supaya pengunjung bisa
melihat dengan tenang dan bisa membaca sejarah wayang – wayang tersebut. Di
lantai 2 ada 1 papan besar yang berisi pemain – pemain wayang yang terkenal dan
ada sejarah nya juga.
Dengan
mendapatkan kesempetan ini untuk kita mengunjungi museum wayang, kami belajar
banyak dan kami mendapat pengetahuan baru mengenai beberapa budaya Indonesia
yang ada di museum tersebut.
Foto
– foto Kegiatan





Tidak ada komentar:
Posting Komentar