Minggu, 13 Januari 2019

TUGAS CB KELOMPOK JAKARTA - LD24








LAPORAN
KEGIATAN PENGABDIAN MAHASISWA
KEPADA MASYARAKAT





PENGENALAN BUDAYA INDONESIA MELALUI MUSEUM WAYANG DI KOTA TUA

KELOMPOK JAKARTA

VANIA LYSTIA VASYAH 2101648620
THALIA IVANKA ELIZABETH 2101652750
ANTONI JOHAN 2101651722
THALIETA AUGUSTINA 2101638840
SHERLYNI VITA 2101627105
IVAN SETIAWAN 2101630913
IGNATIUS JNANA SHEM-EL TOHPATI 2101653822
WIKA 2101645915
MARIO 2101676391







DAFTAR ISI


BAB I....................................................................................................................................... 2
PENDAHULUAN................................................................................................................... 2
            1.1       Latar Belakang Masalah......................................................................................... 2
       1.2             Rumusan Masalah................................................................................................... 3
       1.3             Tujuan Kegiatan..................................................................................................... 3

BAB II..................................................................................................................................... 4
DIMENSI KEGIATAN.......................................................................................................... 4

BAB III.................................................................................................................................... 5
LAPORAN KEGIATAN........................................................................................................ 5
            3.1      Persiapan Kegiatan................................................................................................. 5
             A. Deskripsi Kegiatan................................................................................................. 5
             B. Waktu Kegiatan...................................................................................................... 5
            3.3      Anggaran Biaya...................................................................................................... 6

BAB IV.................................................................................................................................... 7
PENUTUP................................................................................................................................ 7
            4.1      Kesimpulan............................................................................................................. 7
            4.2      Saran....................................................................................................................... 7

REFERENSI............................................................................................................................ 8

LAMPIRAN............................................................................................................................ 9
A.           Refleksi Diri dan Laporan Kegiatan.................................................................. 9
B.           Foto – foto Kegiatan.............................................................................................. 13







 

BAB I

PENDAHULUAN



1.1              Latar Belakang Masalah
Wayang adalah seni budaya bangsa Indonesia yang telah dikenal sejak abad ke-10 dan telah berkembang hingga dewasa ini. Wayang memiliki pengertian dalam bahasa Jawa, yang berarti “bayangan”.  Jika ditinjau dari arti filsafatnya, “wayang” dapat diartikan sebagai bayangan atau merupakan pencerminan dari sifat-sifat yang ada dari dalam jiwa manusia.  Sifat-sifat yang dimaksud antara lain seperti watak angkara murka, kebajikan, serakah, dan lain sebagainya.
Wayang dimainkan oleh seorang dalang yang dibantu oleh beberapa orang penabuh gamelan dan satu atau dua orang waranggana sebagai vokalisnya. Fungsi dalang di sini adalah mengatur jalannya pertunjukan secara keseluruhan.  Dalang memimpin semua komponen pertunjukan untuk luluh dalam alur ceritera yang disajikan.

 Wayang dalam perkembangannya berabad-abad itu ternyata telah mampu bertahan dengan berbagai ujian dan tantangan, sehingga wayang menjadi sebuah budaya yang bermutu sangat tinggi (Darmoko et al., 2010). Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara (musik), seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang dari zaman ke zaman juga merupakan media penerang, dakwah, pendidikan, pemahaman filsafat serta hiburan.

Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan yang dikagumi oleh masyarakat Indonesia dan Internasional. Kesenian wayang telah diangkat sebagai karya agung budaya dunia oleh UNESCO tanggal 7 Nopember 2003 atau Masterpiece of Oral And Intangible Heritage of Humanity.

Namun seiring berjalannya waktu kesenian wayang semakin tertinggal dan terlupakan. Semakin banyak hiburan-hiburan modern yang membuat wayang tidak lagi menjadi salah satu hiburan yang diminati masyarakat. Kalau dulu masyarakat menggemari wayang dan mau menghabiskan waktu yang panjng untuk menonton kesenian wayang tapi sekarang masyarakat lebih memilih melihat hiburan di media social yang ada di smartphone kita.

Sehingga tahun demi tahun wayang semakin meredup dan sudah sangat sedikit peminatnya. Oleh karena itu generasi muda harus berupaya membangkitkan minat terhadap budaya seni Indonesia. Salah satunya melalui wadah wadah yang ada (museum wayang)


A.        Rumusan Masalah

Bagaimana cara melestarikan budaya melalui wayang Indonesia?
Bagaimana memperkenalkan wayang Indonesia ke masyarakat umum?
Bagaimana menonjolkan identitas nasional melalui wayang?

 B.       Tujuan Kegiatan

Menambah pengetahuan dalam bidang seni wayang (jenis-jenis wayang, apa yang digunakan, bagaimana cara membuatnya dll) selain itu juga menganal lebih dalam karya-karya bangsa Indonesia.





 

BAB II

DIMENSI KEGIATAN


Pelaksanaan kegiatan berkunjung ke museum wayang dimana menjadi sebuah wadah untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus membantu membudidayakan budaya Indonesia yang sekarang ini menjadi kurang terkenal dan kurang diminati oleh pemuda-pemudi zaman sekarang ini.

Dengan ini kami kelompok JAKARTA memutuskan untuk mengunjungi museum wayang guna untuk menambah wawasan mengenai wayang dan membudidayakan wayang secara tidak langsung yaitu dengan melihat-lihat dan belajar mengenai cerita wayang-wayang yang ada di Indonesia. Kami berharap dengan adanya ketertarikan generasi muda untuk mengunjung museum wayang maka kesadaran akan cinta tanah air tidak akan pernah luntur.











BAB III

LAPORAN KEGIATAN


3.1          Persiapan Kegiatan


A.    Deskripsi Kegiatan

Kegiatan yang kelompok kami lakukan adalah mengunjungi museum bersejarah yang berlokasi di kota tua, Jakarta. Jadi dalam kegiatan CB kali ini kami melakukan kegiatan yaitu mengunjungi Museum, Yang kami lakukan adalah mendatangi museum wayang dan kami memasuki museum ini lalu kami melihat-lihat sejarah wayang dari jaman dahulu yang ada di dalam museum ini sehingga kami bisa lebih mengerti tentang sejarah wayang yang ada di Indonesia. Kami mendatangi museum ini dibagi menjadi beberapa hari sehingga kami dapat memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengerti tentang museum yang telah kita kunjungi dan ketika hari pertama kami mendatangi museum wayang kami melihat isi dari museum wayang ini di mana terdapat banyak sejarah dan kami mengambil beberapa foto di dalam museum ini sangat banyak sejarah yang awalnya tidak kami ketahui dan pada akhirnya kami dapat mengetahui sejarah-sejarah yang belum pernah kami tau.Dan kegiatan yang kami lakukan ini berlanjut hingga hari terakhir di mana kami mendatangi museum wayang tersebut dan lebih memahami sejarah-sejarah wayang yang ada.









B.     Waktu Kegiatan

Jadwal Pelaksanaan:
·         Hari                                           :           Selasa
·         Tanggal                                     :           18 desember 2018
·         Waktu                                       :           Pukul 11.00 WIB s/d selesai
·         Tempat                                      :           Berlokasi di Kota Tua, Jakarta.
Museum Wayang (Alamat : Jl. PintuBesar Utara No. 27, Jakarta Barat)

SususanAcara  :
·         Pukul 11.00 – 11.30 WIB                     Mempersiapkan kegiatan
·         Pukul 11.30 –  13.30WIB                          Mengunjungi Museum Wayang



3.2       Anggaran Biaya

RINCIAN BIAYA KUNJUNGAN MUSEUM - CB KEWARGANEGARAAN 2018

Hari/Tgl
Tempat Kegiatan
Jumlah Orang
Biaya per-orang
Akomodasi
Biaya Masuk
Lain-Lain
18 / 12 /
18







 Museum Wayang
9
Rp3.000
-








BAB IV

PENUTUP


4.1              Kesimpulan

Dari kegiatan ini, kami membuat kesimpulan bahwa terdapat banyak sekali budaya-budaya Indonesia yang mungkin tidak semuanya kita ketahui namun budaya-budaya tersebut memiliki keindahan masing-masing. Namun karena perubahan zaman dan era globalisasi banyak budaya luar yang masuk dan lebih menarik minat masyarakat kita sehingga budaya kita banyak yang tidak diketahui oleh masyarakat kita khususnya generasi sekarang ini.
Maka dari itu kami harapkan dengan adanya kegiatan mengunjungi museum ini dapat membangkitkan rasa peduli kita terhadap budaya-budaya di Indonesia tidak hanya wayang saja namun budaya-budaya yang lainnya. Karena dengan tingginya rasa peduli kita terhadap budaya-budaya di Indonesia sama saja dengan menunjukan rasa cinta kita terhadap bangsa Indonesia dan itu merupakan salah satu sikap nasionalisme.
Demikianlah kegiatan kami mengunjungi museum bersejarah yang sudah kami laksanakan dalam rangka memenuhi tugas Character Building Kewarganegaraan. Setelah melakukan kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa dan sikap nasionalisme dimulai dari kesadaran diri kita sendiri dengan perduli terhadap kelestarian budaya-budaya kita.

4.2              Saran


Saran dari kelompok kami yaitu agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk membangkitkan rasa nasionalisme dengan cara melestarikan budaya-budaya di Indonesia. Karena kebudayaan memiliki hubungan erat terhadap nasionalisme, jika kebudayaan luntur maka salah satu aspek nasionalisme juga akan luntur.
Untuk melestarikan budaya perlu tindakan nyata dari kita semua masyarakat Indonesia, dimulai dari hal termudah dari individu masing-masing dengan mencintai kebudayaan yang ada dan tidak membiarkan budaya-budaya Indonesia semakin tertinggal dibelakang oleh karena budaya-budaya baru dari luar. Selanjutnya bisa dengan membuat organisasi-organisasi yang bisa membuat kebudayaan kita mengikuti zaman yang semakin maju agar tetap bisa diterima oleh semua generasi





LAMPIRAN

A.  Refleksi Diri & Laporan kegiatan


VANIA LYSTIA VASYAH - 2101648620

Kami tiba di museum wayang pada pukul 13.30. Tiba disana kami langsung bergegas mencari dan mengunjungi museum wayang. Saat tiba di museum wayang kami langsung mendokumentasikannya didepan pintu masuk. Lalu kami membeli tiket seharga Rp.3000,00/ orang, kami membeli 9 karena kami sekelompok 9 orang. Saat masuk kami disambut hangat oleh wayang-wayang yang terpampang nyata di dalam etalase-etalase kokoh yang dimana wayang-wayang tersebut sangat unik dan jarang kami temui. Kami berjalan terus sampai bertemu dengan bagian tengah museum yang outdoor. Dimana kami bisa duduk sejenak untuk beristirahat, dan melihat tulisan-tulisan yang ada di tembok museum tersebut. Setelah santai sejenak kami melanjutkan perjalanan untuk mengeksplor museum wayang. Ada satu ruangan yang lumayan seram dan tertutup, disana terdapat beberapa wayang, salah satunya wayang surakarta, yang disetiap kacanya terdapat berbagai macam wayang dan memiliki kisah tersendiri.
Setelah kami puas di lantai bawah kami bergegas ke lantai 2. Sesampai di lantai 2 kami disambut oleh dua lukisan yang unik dan bagus, tidak jauh dari lukisan tersebut ada beberapa wayang lagi dibalik kaca-kaca. Ada tempat dimana tidak panas dan banyak wayang juga disekitar tempat tersebut. Kami berjakan lagi sampai bertemu ruangan berikut yang dimana banyak wayang modern, salah satunya boneka perancis. Ruangan berikut ada wayang yang lucu yaitu wayang unyil dan teman-temannya. Tidak jauh dari pintu keluar ada beberapa topeng yang sangat unik, lucu, sekaligus menarik perhatian. Disamping sisi sebelah kanan juga ada beberapa gamelan Jawa yang tidak boleh disentuh dan dimainkan.
Sampai akhirnya tiba di akhir dari museum wayang tersebut ada beberapa cindera mata dijual yang  berbau ciri khas wayang. Tujuan saya ingin melakukan kegiatan ini adalah guna untuk menambah wawasan dan melatih diri untuk dapat mencintai tanah air dengan melalui hal-hal kecil yaitu mengunjungi museum wayang.
Dengan melakukan kegiatan ini, saya banyak belajar. Salah satunya adalah dimana saya sebagai generasi muda dapat belajar bagaimana cara melestarikan budaya Indonesia walaupun tidak secara langsung dan tidak terlalu berkontribusi. Banyak pengetahuan yang saya dapat dan membuat saya merasa banyak sekali budaya Indonesia yang dimana saya sebagai generasi muda harus bisa mempertahankan atau melestarikannya sekaligus mempelajarinya untuk diingat selalu agar suatu saat nanti generasi selanjutnya dapat menikmati dan mengetahui salah satu budaya Indonesia yang sangat dikenal oleh mata dunia, yaitu Wayang.
Kegiatan ini membantu saya untuk meningkatkan rasa nasionalisme sekaligus cinta tanah air walaupun hanya melalui hal kecil, pengalaman ini tidak akan pernah terlupakan dan kelak saya akan menceritakannya dan membuat budaya Indonesia ini menjadi dikenal dan diingat selalu pada setiap generasinya.

Upaya saya untuk meningkatkan rasa nasionalisme didalam diri saya adalah dengan mencintai tanah air saya sekaligus melestarikan dan mempelajari budaya Indonesia. 






THALIA IVANKA ELIZABETH 2101652750

Sama seperti lainnya , saya pergi ke Museum Wayang pada hari Selasa 18 Desember kemarin. Kami tiba pada pukul 13:30 WIB dan langsung membeli tiket masuk seharga Rp.3.000,00 . Suasana cukup ramai disana , dan Museum Wayang ini memiliki 2 lantai yang berisi tentang segala macam jenis Wayang yang berbeda-beda cerita dan jenisnya .
Tetapi, menurut saya di lantai 1 Museum Wayang harus diberi pencahayaan yang lebih karena sedikit gelap dan pengap karena tidak adanya AC . Tidak seperti di lantai 2 , lantai 2 pencahayaannya cukup dan tidak panas.

Tujuan saya melakukan kegiatan ini adalah meningkatkan rasa nasionalisme saya dengan memperkenalkan budaya-budaya Indonesia  salah satunya Wayang ini kepada khalayak umum.

Mengapa kelompok kami memilih untuk datang ke museum ? Karena Museum Berisikan Sejarah. Museum Menjadi Representasi Perjalanan Suatu Bangsa, Suatu Negara. Tak Hanya Sebagai Representasi Sejarah, Sarana Rekreasi, Media Pendidikan

Di dalam ruang pamer Museum Wayang Jakarta terdapat koleksi wayang dari berbagai daerah di tanah air, seperti dari Banyumas, Cirebon, Gedog, Kedu, Kaper, Kijang Kencana, Klitik, Madia Krucil, Ngabean, Sadat, Sasak, Suluh, Surakarta, Tejokusuman, Ukur, dan Wahyu. Museum Wayang Jakarta memiliki koleksi 4000 wayang dan boneka dari berbagai tempat. Diantara koleksi wayang luar negeri adalah dari India, Belanda, Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, dan Kolombia. Ada pula koleksi topeng, gamelan, dokumen, peta dan foto-foto tua. 

Lorong di Museum Wayang Jakarta yang lebih berkelas dibanding sebelumnya, dengan penempatan koleksi dan pengaturan cahaya yang baik serta pilihan koleksi yang bermutu tinggi. Lantai berlapis bilah kayu, serta lempeng akrilik pada benda pajang memberi kesan mewah. Pendingin ruang yang dipasang di beberapa tempat juga memberi kesejukan dan kenyamanan.

Diantara koleksi yang sempat saya catat adalah Wayang Purwa yang berasal dari Bali, Wayang Kulit Purwa dari Banjar Kalimantan Selatan, dan berbagai macam boneka dengan pakaian dan ornamen yang indah berasal dari sejumlah negara, serta sekumpulan wayang golek lokal seperti wayang golek dari Betawi dan beberapa daerah lainnya. Yang juga menarik adalah Wayang Revolusi. Wayang ini menggunakan karakter orang-orang Indonesia yang berperan semasa revolusi kemerdekaan RI, dan juga orang-orang Belanda dan Jepang yang ikut berperan pada masa itu



Pengalaman datang ke Museum Wayang benar-benar sangat unik dan bermanfaat bagi saya  yang awalnya sama sekali tidak tertarik terhadap Wayang dan kebudayaan Indonesia.







ANTONI JOHAN - 2101651722


Pada hari selasa kami jalan dari Binus University pukul 11.30 dan sampai di Museum Wayang pukul 13.30. Tiba disana kami langsung mengunjungi museum wayang dan langsung membeli tiket, karna kami masih mahasiswa maka kami dikenakan tiket seharga Rp 3000/orang. Sedangkan jika sudah bekerja maka dikenakan harga Rp 5000/orang.

Saat kami masuk, kami langsung disambut dengan beberapa wayang seperti Wayang Golek Jawa timur, Wayang Golek Lenong Betawi, setelah itu juga ada wayang Serial Bharatayuda. Setelah itu kami langsung naik ke lantai 2 untuk melihat sejarah2 wayang selanjutnya. Di lantai 2 kami melihat beberapa wayang modern seperti  wayang boneka perancis, wayang si unyil dan teman2nya. Setelah itu tidak lama dari wayang modern ternyata kunjungan kami hampir berakhir, di akhir museum terdapat toko yang menjual souvernir-souvernir wayang dan beberapa barang khas unik lainnya.

Harapan saya sebelum melakukan kegiatan ini adalah kami semua dapat memahami sejarah dan peninggalan-peninggalan wayang yang ada di Indonesia. Dengan begitu saya akan sangat bangga saat mengetahui sejarah dan peninggalan-peninggalan wayang yang ada.Yang saya rasakan setelah melalui projek ini adalah saya sadar bahwa begitu banyak seni-seni di Indonesia yang sangat unik dan bisa menjadi ciri khas tersendiri untuk negara kita. Saya juga bisa mengetahui bahwa  negara kita tidak kalah saing dengan negara lain di bidang seni.

Dengan kegiatan ini saya merasa saya lebih cinta tanah air karena melihat wayang-wayang yang ada membuat saya sadar bahwa negara kita memiliki sebuah seni yang sangat menarik yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Walaupun hanya sekedar melihat-lihat beberapa wayang tetapi menurut saya ini sangat berarti untuk meningkatkan rasa nasionalisme saya, saya juga bisa lebih menghargai seni & budaya yang ada di Indonesia.  Upaya saya dalam meningkatkan nasionalisme adalah saya akan membuat sebuah usaha bisnis yang juga dapat membawa nama baik bangsa Indonesia.semakin baik dikenal oleh masyarakat didunia dan juga memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan dunia modern. Dengan menciptakan sebuah usaha yang mengedepankan nilai-nilai lokal, dengan begitu kearifan lokal kita dapat tersebar luas di mancanegara dan diagung-agungkan di negri kita sendiri.







THALIETA AUGUSTINA - 2101638840

Pada tanggal 18 December 2018 kelompok kami melakukan proyek dengan kunjungan ke museum wayang di Jakarta. Kami tiba di lokasi pukul 13.30 kemudian membeli tiket masuk seharga Rp. 3000. Museum wayang terbagi menjadi dua lantai, dimana disana berisikan banyak sekali wayang tentunya namun tidak hanya dari Indonesia saja tetapi juga ada koleksi wayang dan boneka dari luarr negeri seperti Malaysia, Thailand, Cina, dan sebagainya.

Harapan saya sebelumnya melalui proyek ini adalah agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi-generasi muda Indonesia untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya-budaya di Indonesia. Agar semua budaya di Indonesia tidak punah terhadap generasi-generasi selanjutnya. Kelompok kami mengambil budaya wayang, dimana pada masanya wayang adalah budaya/kesenian yang populer namun seiring perkembangan zaman wayang semakin meredup oleh karena itu kami mengunjungi museum wayang dan mendokumentasikannya untuk dilihat oleh banyak orang dan mendorong minat terhadap kesenian wayang itu kembali.
Dan setelah kunjungan ini saya merasakan sangat kagum dengan budaya-budaya yang dimiliki Indonesia. Dari budaya wayang saja sudah terluhat bagaimana keindahannya, seharusnya wayang bisa tetap eksis sampai masa sekarang jika terus dikelola dengan benar. Dan juga saya merasa tertarik untuk melihat dan mempelajari budaya-budaya lainnya di Indonesia.

Juga dengan adanya proyek kegiatan ini saya mendapatkan banyak hal khususnya rasa nasionalisme. Melihat budaya-budaya yang ada, khususnya wayang saya baru menyadari bahwa budaya-budaya di Indonesia sangat indah dan luas. Dimana dimanca negara budaya kita diakui dan dipuji sedangkan didalam negeri tidak semua mengetahui dan berminat terhadap budaya-budaya tersebut. Saya sebagai salah satu generasi muda Indonesia merasa memiliki kewajiban untuk melestarikan budaya kita agar budaya tersebut tidak punah dan agar generasi-generasi selanjutnya pun memiliki minat terhadap budaya-budaya tersebut. Jika kita mulai mencintai bangsa ini dengan turut melestarikan kebudayaan maka sama saja kita mulai membangun rasa nasionalisme terhadap bangsa ini.








SHERLYNI VITA - 2101627105

Pada hari selasa tanggal 19 desember 2018 kelompok Jakarta dari pelajaran Caracther Building Binus Nusantara pergi ke Museum Wayang untuk melakukan kegiatan (tugas) yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.

Setelah kami ber 8 sampai di Museum Wayang, kamu langsung menuju ke dalam Museum tersebut. Untuk harga tiket masuk rp3.000/orang untuk mahasiswa, dan rp5.000/org selain mahasiswa .
Dari yang pertama kali kami lihat di lantai pertama adalah
terdapat beberapa Patung wayang tradisional yang besar di pajang di pintu utama. Setelah jalan terus ada beberapa etalase yang di penuhi oleh berbagai macam wayang.

Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto dilantai pertama, kami semua naik menuju ke lantai 2. Hal yang pertama kali kami lihat di lantai dua adalah
terdapat beberapa lukisan yang indah dan cantik yang di pajang di bingkai besar. Lukisan tersebut juga terlihat lebih modern. Kami berfoto- foto dan mengambil beberapa video lukisan dan wayang-wayang yang ada.

Dengan ada nya projek dari pelajaran Character building ini menyadarkan sayaa sebagai generasi milenial bahwa memang penting menjaga dan menciptkan rasa nasionalisme dalam diri kita masing-masing. Dan kelompok kami memilih untuk melihat dan datang langsung ke salah satu museum di jakarta yaitu museum wayang. Dengan kami berkunjung ke museum wayang ini kami jadi lebih tau banyak dan sadar akan keanekaragaman yang terdapat di Indonesia salah satu nya adalah wayang ini. Kita sama sama melihat betapa indahnya dan luasnya suku dan budaya yang terdapat di Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara Indonesia yang baik harus lebih menghargai lagi dan mencintai serta menjaga keanekaragaman yang di miliki oleh Indonesia terutama kepada generasi muda atau para penerus bangsa ini









Wika – 2101645915

Pada hari selasa tanggal 19 desember 2018. Kami (Wika, Vania, Thalia, Sam, Antoni, Thalieta, Sherlyni, Ivan) kelompok Jakarta dari pelajaran Caracther Building Binus Nusantara pergi ke
Museum Wayang untuk melakukan kegiatan (tugas) yang berkaitan dengan pelajaran tersebut.

Setelah kami ber 8 sampai di Museum Wayang, kamu langsung menuju ke dalam Museum tersebut. Untuk harga tiket masuk rp3.000/orang untuk mahasiswa, dan rp5.000/org selain mahasiswa .
Dari yang pertama kali kami lihat di lantai pertama adalah 4 Patung wayang tradisional yang besar di pajang di pintu utama. Setelah jalan terus ada beberapa etalase yang di penuhi oleh berbagai macam wayang. (Wayang kulit, wayang golek, wayang seni, dll)

Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto dilantai pertama, kami semua naik menuju ke lantai 2. Hal yang pertama kali kami lihat di lantai dua adalah lukisan cantik yang di pajang di bingkai besar. Lukisan tersebut juga terlihat lebih modern. Kami berfoto- foto dan mengambil beberapa video lukisan dan wayang-wayang yang ada.

Setelah selesai dan banyak sekali berfoto dan mengambil video, kamu memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami ke Museum Wayang.

Dari kesimpulan yang dapat saya katakan, pergi ke Museum Wayang bukan hanya sekedar kunjungan, melainkan kita juga dapat belajar memahami seni tradisional yang ada di Indonesia dan menambah beberapa pengetahuan yang sangat berguna.








IVAN SETIAWAN 2101630913

Pada hari selasa tepatnya pada tanggal 17/12/2018 pada pukul 11.30  kami melakukan perjalanan dari Binus University Alam Sutera menuju ke Museum Wayang sesampainya disana pada pukul 13.30, sesampainya disana kami langsung masuk ke Museum Wayang tersebut, karena kami mahasiswa maka kami dikenakan biaya Rp.3000/ orang sedangkan jika bukan mahasiswa akan dikenakan biaya Rp.5000/ orang.

Setelah memberikan tiket kami langsung masuk ke dalam Museum Wayang didalamnya kami langsung dapat melihat begitu banyak koleksi wayang yang berada di dalam lemari berkaca. Didalamnya terbagi atas berbagai ruangan, diantaranya: Ruang koleksi masterpiece, ruang koleksi wayang golek, ruang taman prasasti, ruang koleksi wayang revolusi. Di dalamnya terdapat banyak sekali macam” wayang, terdapat juga wayang yang cukup populer disana yaitu wayang siunyil, tanpa kita sadari ternyata kebudayaan wayang sudah dilestarikan, wayang sendiri memang merupakan sebuah kebudayaan yang sangat populer/banyak di kenal, sehingga membuat rasa keingintahuan menjadi lebih tinggi dikarenakan kesadaran akan budaya yang begitu menarik. Saya berharap semua masyarakat indonesia dapat mengenal budaya kita sendiri yaitu saalah satunya adalah wayang sehingga budaya kita tidak dapat diambil oleh negara lain, dan terus diturunkan kebudayaan yang kita miliki.

Dengan mengikuti proyek ini saya mendapat banyak pengetahuan baru, mengenai salah satu sejarah seni di indonesia yaitu seni wayang, Saya mengetahui bahwa banyak sekali jenis wayang yang belum kita ketahui, yang paling umum adalah wayang si unyil yang sering ditampilkan di tv, tetapi masih banyak lagi jenis-jenis wayang. Saya sebagai generasi muda baru sadar bahwa seberapa pentingnya bagi kita untuk menjaga dan melestarikan budaya kita sehingga tidak dilupakan. Dengan ikut menjaga dan melestarikan budaya maka kita juga membangun rasa nasionalisme dalam diri kita, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengajak masyarakat untuk datang ke museum tersebut dan memberikan pengajaran tentang sejarah yang terkandung di dalamnya.









IGNATIUS JNANA SHEM-EL TOHPATI – 2101653822

Pada hari selasa tanggal 17 Desember 2018 kami berangkat dari Binus Alam Sutera menuju Museum Wayang yang berada di kawasan Kota Tua . Kami berangkat sekitar jam 11:30 dan sampai disana sekitar jam 13:30. Ternyata tidak banyak berubah Kota Tua yang sekarang dengan yang dulu , yang sama hanya 1 hal yaitu panasnya yang tidak pernah berubah dan menjadi 1 hal yang terpikirkan oleh saya ketika mendengar kata Kota Tua ,

 Setelah menikmati panas yang Kota Tua berikan kepada kami lalu kamipun memutuskan untuk langsung menuju tempat tujuan kami yaitu Museum Wayang yang letaknya tidak terlalu jauh dari posisi mobil kita terparkir . Untuk biaya masuknya dikenakan biaya sebesar 3000 rupiah / orang , ini adalah kali pertama saya mengunjungi Museum Wayang , saya pikir di dalam museum tidak sepanas diluar museum ternyata ekspetasi saya salah ternyata jauh lebih panas , tetapi lumayan dibuat sejuk dengan banyaknya wayang-wayang yang disuguhkan museum kepada para pengunjung tercintanya terdapat banyak sekali wayang-wayang dari daerah indonesia maupun mancanegara yang memang diberi untuk Museum Wayang agar bisa di pamerkan di museum tersebut dan warga Indonesia dapat melihat berbagai wayang dari negara-negara lain yang mungkin jarang kita lihat di social media atau tv sekalipun.

Museum ini terdiri dari 2 lantai , lantai 1 kebanyakan berisi wayang-wayang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang contohnya sudah disebutkan oleh teman-teman saya diatas dan kurangnya di lantai ini menurut saya adalah kurangnya cahaya , ruang geraknya yang tergolong sempit untuk orang berlalu-lalang melihat kanan kiri dan udaranya yang panas dan bisa dibilang sumpek. Di lantai 2 nya bisa di bilang membaik daripad di lantai 1 nya karena udaranya lumayan tidak panas dan terdapat ac di beberapa ruangannya , di lantai ini ditampilkan wayang-wayang yang berasal dari negara-negara lain
Setelah berfoto-foto dan lain sebagainya kami memutuskan untuk mengakhiri kunjungan kami dan bersiap-siap untuk pulang

Dengan mengikuti kunjungan ini saya mendapatkan beberapa ilmu baru dan mengenal lebih jauh lagi kesenian asli Indonesia ini.









MARIO - 2101676391
Pada tanggal 18 december 2018, saya dan kelompok saya berkunjung ke Museum Wayang sebagai bentuk pelaksanaan project character building kewarganegaraan. Kami tiba di lokasi sekitar jam 2 siang. Setelah saya mengunjungi museum wayang di kota tua, saya bisa melihat banyak peninggalan – peninggalan wayang dari tahun ke tahun. Menurut sumber yang kami dapatkan bahwa pada awalnya bangunan yang digunakan oleh museum ini bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda dan konon ceritanaya gereja tersebut dibangun pertamakali pada tahun 1640.

Kita merasa sangat panas ketika kita masuk ke wilayah museum tersebut. Sebelom kita masuk ke pintuk museum, kita harus bayar 3000 rupiah per orang. Saya pikir di dalam museum akan berasa lebih dingin karena ada ac. Ternyata tetap panas karena banyak sekali orang yang masuk ke museum, kebanyakan pengunjung yang datang ke museum tersebut adalah murid sekolah dan juga tourist.

Gedung Museum terdiri dari 2 lantai, lantai 1 kebanyakan di isi dengan wayang – wayang yang umur nya sudah tua, dan banyak sejarah nya masing – masing yang sudah di jelaskan oleh teman – teman saya. Menurut saya atmosphere di lantai 1 lumayan bagus karena suasana nya juga lumayan gelap dan lampu – lampu itu menyorot ke arah wayang wayang tersebut. Tetapi kekurangan dari lantai tersebut ac nya mati dan berasa sangat panas. Di lantai 2 menurut saya jauh lebih mending karena suasana nya di atas terang dan angin pun ada di atas, supaya pengunjung bisa melihat dengan tenang dan bisa membaca sejarah wayang – wayang tersebut. Di lantai 2 ada 1 papan besar yang berisi pemain – pemain wayang yang terkenal dan ada sejarah nya juga.


Dengan mendapatkan kesempetan ini untuk kita mengunjungi museum wayang, kami belajar banyak dan kami mendapat pengetahuan baru mengenai beberapa budaya Indonesia yang ada di museum tersebut.











Foto – foto Kegiatan















Tidak ada komentar:

Posting Komentar